5 Keutamaan Menyantuni Anak Yatim Menurut Al Quran dan Hadits yang Perlu Kamu Pahami

D-Stories | Kamis, 16 September 2021 12:11

Reporter : Nasa

Pandemi Covid-19 membuat jumlah anak yatim di Indonesia kian bertambah..

Setidaknya, 20.887 anak di Indonesia terpaksa jadi yatim atau piatu sejak pandemi Covid-19 mendera Indonesia. Fakta tersebut mengacu dari data hasil kerjasama Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dengan UNICEF.

Sedang menurut data dari Kementerian Sosial, kurang lebih sekitar 4 juta anak Indonesia yang terdiri dari anak yatim, piatu, anak yang diasuh Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA), dan juga anak yang diasuh oleh keluarga tidak mampu.

Tak pelak jika rentetan data tersebut menjadi perhatian serius, karena tentu berkaitan dengan generasi penerus bangsa di masa yang akan datang. Dalam agama Islam sendiri, memperhatikan hingga memelihara anak yatim menjadi keutamaan tersendiri.

Kitab suci Al Quran menyebutkan, jika terdapat keutamaan untuk seseorang yang menyantuni anak yatim. Mengutip dari laman Dompet Dhuafa, yatim secara Bahasa artinya infirad atau sendiri. Istilah tersebut kemudian diperkuat oleh Ibnu Sikkith yang menyampaikan.

Ibnu Sikkith - Keutamaan Anak Yatim © Diadona

Artinya:
“Kata ‘yatim’ untuk manusia, karena ayahnya meninggal, sedangkan untuk binatang, kata ‘yatim’ digunakan untuk menyebut binatang yang kehilangan ibunya. Manusia yang kehilangan ibunya tidak bisa disebut yatim.”

5 Keutamaan Menyantuni Anak Yatim Menurut Al Quran dan Hadits yang Perlu Kamu Pahami
2 dari 7 halaman

Ilustrasi Anak YatimIlustrasi Anak Yatim © 2021 Repro Antara

Kemudian, menurut Abu al-Hasan Ali bin Ismail w. 458 H, al-Muhkam wa al-Muhith al-A’dzam, h. 9/ 529 disebutkan seseorang yang belum baligh dan ditinggal wafat ibunya disebut dengan muqtha’.

Di Indonesia sendiri, seseorang yang ditinggal oleh ayah atau ibunya juga lazim disebut sebagai yatim piatu. Dalam agama Islam, yatim merupakan anak yang ditinggal wafat oleh orang tuanya saat ia belum dewasa (baligh).

Menurut M. Khallurrahman Al Mahfani, setidaknya terdapat 5 keutamaan menyantuni anak yatim demi masa depan mereka yang lebih baik :

1. Keutamaan menyantuni anak yatim menjadi teman Rasulullah di surga

Orang yang menyantuni anak yatim akan masuk surga dan berdekatan dengan Rasulullah SAW. Hal ini melansir dari hadits riwayat Bukhari, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya.”

3 dari 7 halaman

2. Menyayangi anak yatim merupakan tindakan orang saleh

Ramah kepada anak yatim merupakan salah satu tanda muslim yang saleh. Hal ini melansir dari Al Quran surat Al Insan ayat 5-6 bahwa orang yang berbagi rezeki dengan anak yatim akan mendapatkan minuman dari mata air di dalam surga.

“Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan (abror) minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur. Yaitu mata air (dalam surga) yang diminum oleh hamba-hamba Allah dan mereka dapat memancarkannya dengan sebaik-baiknya. Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.”

4 dari 7 halaman

3. Hati jadi lemah lembut

Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa keutamaan menyantuni anak yatim selanjutnya yaitu dapat melembutkan dan menghilangkan kekerasan hati, sehingga membuat kita peka dengan kondisi orang lain:

“Bila engkau ingin hati menjadi lembut dan damai serta keinginan (yang baik) tercapai, maka sayangilah anak yatim, usaplah kepalanya, dan berilah dia makanan yang seperti engkau makan. Bila itu engkau lakukan, hatimu akan tenang, lembut, serta keinginanmu (yang baik) akan tercapai.” (HR Thabrani)

5 dari 7 halaman

4. Menghindari siksa akhirat

Allah memerintahkan umat Islam untuk berlemah lembut kepada anak yatim. Mengasuh anak yatim adalah kewajiban yang Allah perintahkan melalui ayat dan sabda rasul, yaitu:

“Demi Yang Mengutusku dengan hak, Allah tidak akan menyiksa pada hari kiamat nanti orang yang menyayangi anak yatim, lemah lembut pembicaraan dengannya, menyayangi keyatiman dan kelemahannya.” (HR. Thabrani dari Abu Hurairah).

6 dari 7 halaman

5. Memperoleh pertolongan Allah

Sang khalik senantiasa meringankan kesusahan orang yang mukmin yang menutup aib dan menolong saudaranya, seperti para anak yatim. Jangan biarkan mereka berjalan tanpa tujuan di kehidupannya. Kepedulian kita membuat anak-anak yatim senang dan hal tersebut merupakan ibadah yang akan mendatangkan pertolongan Allah.

“Barangsiapa yang menghilangkan kesusahan orang mukmin di dunia maka Allah akan menghilangkan kesusahannya di dunia dan akhirat. Barangsiapa yang meringankan kesulitan orang mukmin di dunia maka Allah akan meringankan kesulitannya di dunia dan akhirat. Dan barangsiapa yang menutupi aib orang muslim maka Allah akan menutupi aibnya di akhirat. Allah akan menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya.” (HR. Muslim dan Ashhabus Sunan dari Abu Hurairah).

7 dari 7 halaman

Ilustrasi Anak-Anak CeriaIlustrasi Anak-Anak Ceria © 2021 shutterstock

Memelihara anak yatim merupakan amalan utama yang Rasulullah SAW ajarkan kepada umat Islam. Nabi Muhammad sendiri merupakan anak yatim sejak dalam kandungan ibunya, yakni Siti Aminah. Oleh karenanya, beliau sangat paham perasaan berjuang tanpa orang tua yang lengkap.

Jika kembali mengacu pada data dari Kementerian PPA, Kementerian Sosial hingga UNICEF, rata-rata anak yatim berisiko kekurangan gizi hingga putus sekolah. Bahkan tak sedikit dari mereka yang harus berjuang hidup sendiri, dan harus jadi pekerja sejak usia belia.

Fakta yang memilukan bukan? Meski kita belum bisa merangkul mereka seutuhnya, namun setidaknya kita masih bisa berupaya untuk meringankan beban hidup mereka dengan melengkapi kebutuhan hidup dan hak-hak mereka sebagai anak yatim.

Jangan biarkan mereka menghadapi kerasnya dunia ini sendirian, sebab bantuan atau santunan dalam bentuk sedekah dapat meringankan beban hidup mereka. Mari kita teladani kepedulian Rasulullah terhadap anak yatim dengan sedekah untuk yatim melalui Dompet Dhuafa.

Ulurkan bantuanmu dengan klik donasi di tautan ini! 

Join Diadona.id