Menderita Tumor Hingga Hampir Diamputasi, Kisah Gadis Pemain Voli Ini Bikin Sedih

D-Stories | Kamis, 17 September 2020 13:03
Menderita Tumor Hingga Hampir Diamputasi, Kisah Gadis Pemain Voli Ini Bikin Sedih

Reporter : Anif Fathul Amin

Duh, miris banget :(

Kisah pilu dialami oleh seorang gadis asal Riau yang menderita tumor di kakinya. Riska Ramadila, gadis yang jadi atlet voli andalan di sekolahnya ini harus menerima kenyataan pahit tidak bisa bermain voli lagi. Riska dirinya divonis menderita tumor.

Tumor itu berawal saat Ia bermain voli di halaman sekolahnya di salah satu SMA di Kampar Kiri, Riau, pada pertengahan tahun lalu. Saat itu, Ia terjatuh dan lututnya membentur lantai lapangan.

 

2 dari 5 halaman

Beberapa bulan setelah kejadian, Riska mulai merasakan sakit di lututnya. Bahkan kini Ia tak kuat berdiri karena lutut sebelah kanannya membengkak. Tumor ganas itu kini tumbuh besar melebihi ukuran kepalanya, bahkan kakinya terancam diamputasi.

Perjuangan dan kisah pilu Riska untuk sembuh dari tumor menyita perhatian banyak pihak, mulai dari Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) hingga pemain Timnas Voli Indonesia.

3 dari 5 halaman

Hanya Bisa Terbaring di Tempat Tidur

Melansir dari Liputan6.com, Riska tak langsung menceritakan kejadian saat Ia jatuh kepada orang tuanya. Orang tua Riska baru tahu saat lututnya mulai bengkak dan Riska mengeluh kesakitan.

Sering mengeluh sakit dan ngilu di bagian lututnya, Ia akhirnya dibawa ke tukang urut oleh ibunya. Menurut si tukang urut, lutut Riska akan sembuh dalam hitungan hari. Namun, benjolan di lututnya tidak mengecil dan makin sakit ketika diinjakkan.

Ia sempat dibawa ke tukang urut untuk kedua kalinya, namun hasilnya tetap sama. Kesembuhan yang ditunggunya tak kunjung datang. Bahkan akhirnya Ia tak bisa bersekolah lagi dan hanya bisa terbaring di tempat tidur.

4 dari 5 halaman

Terancam Diamputasi karena Tumor

 Kisah Miris Pemain Voli yang Kini Idap TumorKisah Miris Pemain Voli yang Kini Idap Tumor © Liputan6.com

Tak tega dengan kondisi sang anak, orang tua Riska lantas membawanya untuk berobat ke rumah sakit. Ia dibawa berobat ke Rumah Sakit Prima di Pekanbaru.

Setelah lututnya dirontgen dan menjalani serangkaian pemeriksaan oleh dokter, Ia pun divonis menderita tumor yang bersarang di lututnya.

Bahkan, berdasarkan pemeriksaan dokter di RSUD, tumor di lutut Riska sudah harus diangkat. Salah satu jalannya adalah amputasi dengan biaya mencapai ratusan juta rupiah.

Berasal dari keluarga tak berada, orangtua Riska memutuskan untuk pulang. Dokter sempat menyarankan agar Riska dibawa untuk berobat di Jakarta.

5 dari 5 halaman

Tak Punya Biaya untuk Operasi

Melansir dari kitabisa, menurut dokter, biaya untuk berobat ke Jakarta mencapai Rp450 juta. Jumlah itu di luar obat, perawatan atau pun biaya menginap di rumah sakit selama dirawat di ibu kota.

Selama berobat di rumah sakit, keluarga Riska dibiayai oleh BPJS. Namun jika harus operasi untuk mengangkat tumornya ini, Ia tak tahu apakah biayanya bisa ditanggung juga.

Sejak menderita tumor ganas beberapa bulan lalu, memang ada beberapa instansi yang datang ke rumahnya untuk membantunya berobat. Namun semuanya jauh dari kata cukup.

Saat ini, harapan Riska hanya satu, bisa sembuh tanpa amputasi. Ia juga ingin bisa kembali beraktivitas dan bermain voli seperti sebelum Ia jatuh sakit.

Mudah-mudahan lewat penggalangan dana di Kitabisa.com, Risa bisa segera mendapatkan penanganan medis ya! Oiya, kalau teman-teman ingin mendonasikan uangnya untuk pengobatan Risa, bisa mengklik link ini ya!

Join Diadona.id