Pilu Kakek Ini Tempuh Jarak 15 KM, Tapi Hanya Diupah 200 Perak dari Minuman yang Dijual

D-Stories | Rabu, 8 Desember 2021 13:37

Reporter : Riza Umami

Kakek ini hanya diupah Rp200 untuk tiap botol minuman.

Hidup mungkin terasa begitu sulit bagi sebagian orang. Mereka harus berjuang agar bisa bertahan hidup dalam kondisi ekonomi yang sulit. Nampaknya, hal inilah yang juga dirasakan oleh seorang kakek penjual minuman berikut ini.

Dilansir dari laman donasionline.id, beliau bernama Kakek Saroni yang kini berusia 60 tahun. Awalnya, beliau adalah tukang becak tetapi karena perkembangan zaman, banyak orang yang lebih memilih kendaraan lain yang lebih cepat. Beliau pun jadi sangat sulit mendapatkan penumpang.

Pilu Kakek Ini Tempuh Jarak 15 KM, Tapi Hanya Diupah 200 Perak dari Minuman yang Dijual
2 dari 6 halaman

Kemudian, kakek banting setir dan mulai berjualan air mineral. Becak yang dulu digunakan untuk menarik penumpang, kini digunakan untuk mengangkut puluhan air mineral dagangannya. Kini, beliau bergantung dari jualannya tersebut.

Kakek Penjual Air MineralKakek Penjual Air Mineral © donasionline.id

3 dari 6 halaman

Beliau mengayuh becaknya hingga 15 kilometer untuk menjajakan air mineral dagangannya. Kakek berangkat dari pagi sampai sore tiap harinya. Beliau berharap agar dagangannya laku sehingga beliau bisa makan.

Kakek Saroni hanya mendapatkan upah Rp200 untuk setiap botol minuman yang beliau jual. Kalau dagangannya sedang laris manis, beliau bisa mendapatkan uang hingga Rp10.000. Namun, terkadang dagangannya tak ada yang laku sehingga beliau pun harus pulang dengan tangan kosong.

4 dari 6 halaman

Kakek Penjual Air MineralKakek Penjual Air Mineral © donasionline.id

Biasanya, beliau jualan di lampu merah. Beliau menawarkan dagangannya pada pengendara yang berhenti di lampu merah tersebut. Kakek memarkirkan becaknya di pinggir jalan, kemudian menghampiri pengendara di lampu merah.

5 dari 6 halaman

Terkadang dalam perjalanan pulang atau pergi, beliau juga mencari rongsokan atau botol plastik untuk mendapatkan uang tambahan. Beliau mengumpulkan rongsokan itu selama seminggu kemudian menjualnya ke pengepul.

Beliau bekerja keras mencari uang demi menghidupi istrinya yang ada di rumah. Keduanya pun harus berhemat agar penghasilan kakek cukup untuk menghidupi keduanya. Terkadang, mereka pun hanya bisa makan nasi tetapi itu sudah disyukuri yang penting tidak kelaparan.

Kakek Penjual Air MineralKakek Penjual Air Mineral © donasionline.id

6 dari 6 halaman

Mari kita bantu ringankan beban kakek untuk mencari uang demi bertahan hidup bersama dengan istrinya. Donasi untuk keduanya bisa disalurkan melalui link berikut ini.

donasionline.id/bantukakeksaroni

Semoga Kakek Saroni dan istrinya selalu diberikan kesehatan dan panjang umur. Semoga kakek pun dilancarkan rezekinya dan jualannya laris manis sehingga bisa membeli beras di rumah. Terima kasih orang baik.

Join Diadona.id