Kenali Heterochromia, Kondisi Langka yang Membuat Warna Mata Seseorang Berbeda Sebelah

Health | Jumat, 3 Desember 2021 07:57

Reporter : Mila Ismiranda

Mata kanan dan kiri biasanya akan berbeda warna.

Kalian mungkin pernah melihat kucing yang mata kanannya berwarna biru, sedangkan warna mata kirinya berwarna kuning. Ternyata, perbedaan warna mata itu disebut heterochromia. Heterochromia terjadi karena melanin di tubuh terlalu banyak atau terlalu sedikit.

Tak hanya kucing, manusia juga bisa punya dua warna mata yang berbeda. Apa yang menyebabkan kondisi ini?

Kenali Heterochromia, Kondisi Langka yang Membuat Warna Mata Seseorang Berbeda Sebelah
2 dari 4 halaman

Jenis-jenis Heterochromia

Ilustrasi HeterochromiaIlustrasi Heterochromia © Shutterstock

Melansir Very Well, heterochromia adalah kondisi ketika seseorang lahir dengan warna mata atau iris yang berbeda. Iris adalah bagian yang menentukan warna mata.

Ada beberapa jenis dari kondisi kelainan bawaan ini. Pertama ada heterochromia completed atau lengkap yang ditandai dengan warna kedua iris berbeda. Misalnya, satu iris berwarna coklat, sedangkan yang satunya berwarna hijau.

Selanjutnya ada heterochromia parsial yang ditandai saat satu iris mata memiliki bagian warna berbeda. Lalu, ada heterochromia center pusat yang terjadi ketika warna iris di bagian dekat pupil berbeda.

3 dari 4 halaman

Penyebab Heterochromia

Heterochromia adalah kondisi yang cukup umum dialami oleh hewan, seperti kuda, anjing, dan kucing. Sementara, pada manusia ini adalah kondisi langka. Berikut adalah penyakit bawaan yang bisa menyebabkan warna mata seseorang berbeda:

  • Sindrom Horner. Kondisi ini dipicu oleh kerusakan saraf yang menghubungkan otak dan mata.
  • Sindrom Waardenburg. Penyakit ini menyebabkan warna kulit, rambut, dan kulit berubah. Sindrom ini juga sering menyebabkan gangguan di telinga.
  • Piebaldisme: Kondisi ini terjadi ketika tubuh kekurangan pigmen. Akibatnya, beberapa bagian di rambut, kulit, dan mata memiliki warna yang lebih terang dari area lainnya.
  • Sindrom Sturge Weber: Kelainan yang terjadi di kulit, otak, dan mata ini dapat terjadi akibat pembuluh darah yang berkembang abnormal.
  • Sindrom Parry-Romberg. Kondisi ini menyebabkan otot, kulit, jaringan lunak, dan terkadang tulang mengalami atrofi atau perlahan menjadi lemah.
  • Penyakit Hirschsprung. Kondisi yang memengaruhi usus besar dan kerap terjadi pada bayi atau balita yang baru lahir.
  • Sindrom Bourneville: Penyakit langka ini memicu pembentukan tumor nonkanker di organ tubuh, seperti otak, kulit, dan jantung.
  • Sindrom Duane. Orang dengan kondisi ini mengalami kesulitan untuk menggerakkan salah satu atau kedua matanya ke arah dalam atau ke luar.
4 dari 4 halaman

Apa Heterochromia Perlu Diobati?

Ilustrasi HeterochromiaIlustrasi Heterochromia © Shutterstock

Untuk memastikan kondisi heterochromia, seseorang harus memeriksakan diri ke dokter mata. Kalau ternyata dokter mencurigai heterokromia terjadi akibat penyakit lain, maka pasien akan dirujuk ke dokter spesialis lain untuk didiagnosis lebih lanjut. 

Tapi, kalau tidak ada keluhan yang parah atau sampai menimbulkan gejala penglihatan, kondisi heterochromia umumnya tidak perlu mendapatkan pengobatan apa pun. Anggap hal tersebut adalah kelebihan yang tidak dimiliki semua orang.

Semoga informasi di atas bermanfaat ya!

Join Diadona.id