Penyakit Demensia pada Lansia - Pengertian, Penyebab, Gejala dan Perawatannya

Health | Selasa, 9 Februari 2021 12:57

Reporter : Dhewi Bayu Larasati

Penyakit demensia sebenarnya bukanlah suatu penyakit yang spesifik, melainkan sekelompok gejala yang mempengaruhi ingatan dan gangguan fungsi kognitif.

Demensia adalah suatu sindrom yang membuat penderitanya mengalami kemunduran ingatan, pemikiran, perilaku dan kemampuan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Dan perlu diketahui kalau sebenarnya demensia bukanlah suatu penyakit, melainkan istilah umum untuk keseluruhan sakit yang mencangkup kondisi gangguan fungsi kognitif. Namun agar lebih mudah, dalam artikel ini akan digunakan istilah penyakit demensia.

Demensia mempengaruhi ingatan, orientasi, pemahaman, penghitungan, bahasa dan juga cara berpikir. Tapi, kesadaran tidak terpengaruh oleh penyakit demensia ini. Artinya, penderita tetap dalam keadaan sadar meskipun ada gangguan fungsi kognitif. Biasanya disertai dengan penurunan emosional, perilaku sosial, atau motivasi.

Apa penyebabnya? Dikutip dari laman WHO, penyakit demensia diakibatkan oleh berbagai penyakit yang mmepengaruhi otak, misalnya penyakit alzheimer atau stroke.

Kondisi ini merupakan penyebab kecacatan atau ketergantungan hidup lansia pada orang dewasa muda. Penyakit demensia menyakitkan dan melelahkan secara fisik dan emosional, nggak cuman bagi penderitanya tapi keluarga yang mengasuhnya.

Penyakit Demensia pada Lansia - Pengertian, Penyebab, Gejala dan Perawatannya
2 dari 4 halaman

Apa itu Penyakit Demensia?

Penyakit DemensiaPenyakit Demensia © 2021 shutterstock.com/Photographee.eu

Penyakit demensia adalah sekelompok gejala yang mempengaruhi ingatan, kemampuan penderita untuk berpikir dan bersosialisasi. Gangguan yang ditimbulkannya lumayan parah dan bisa mengganggu kehidupan sehari-hari. Dan kayak yang udah Diadona jelaskan di bagian awal artikel, ini bukanlah suatu penyakit yang spesifik melainkan kondisi akibat penyakit yang berbeda.

Penyakit demensia muncul pada penderitanya dengan gejala yang berbeda, tergantung pada dampak penyakit dan kepribadian penderitanya sebelum sakit. Secara umum, gejala oenyakit ini hadir dalam tiga tahap.

Tahap Awal

Tahap ini sering diabaikan. Gejala yang biasa muncul antara lain:

  • Sering lupa
  • Tersesat di tempat yang sudah dikena
  • Sulit merencakan atau melaksanakan tugas

Tahap Menengah

Di tahapan ini, tanda dan gejalanya sudah makin jelas dan membuat penderitanya mulai kesulitan

  • Lupa pada hal-hal yang baru saja terjadi
  • Tersesat di dalam rumah
  • Sulit berkomunikasi
  • Mulai membutuhkan bantuan saat melakukan hal-hal yang pribadi, misalnya memakai baju, menyisir rambut dll
  • Perubahan kerpibadian, misalnya gelisah, curiga

Tahap Akhir

Di mana penderita sudah mulai harus tergantung secara total. Penderita juga mengalami gangguan ingatan yang serius.

  • Nggak sadar waktu dan tempat
  • Sulit mengenali orang terdekat
  • Sulit berjalan
  • Nggak bisa melakukan tugas-tugas sederhana
  • Kehilangan kontrol kandung kemih

Beberapa jenis penyakit demensia, diantaranya:

Penyakit Alzheimer, yang ditandai dengan keberadaan plak di antara sel-sel yang sekarat di otak. Koneksi jaringan otak pada penderita juga semakin sedikit.

Demensia dengan badan Lewy, adalah kondisi neurodegeneratifkarena adanya struktur yang abnormal di otak.

Penyakit Parkinson, sering disebut sebagai gangguan gerak, tapi biasanya juga menyebabkan penyakit demensia

Demensia campuran, ketika dua atau tiga jenis diagnosis terjadi bersamaan. Misalnya, penderita mengalami alzheimer dan demensia vaskuler di waktu yang bersamaan.

Penyakit Huntington di mana penderita melakukan gerakan yang nggak terkontrol, tapi termasuk dalam demensia.

3 dari 4 halaman

Penyakit Demensia pada Lansia

Penyakit DemensiaPenyakit Demensia © 2021 shutterstock.com/areetham

Penyakit demensia memang umumnya terjadi pada lansia tapi bukan berarti penyakit ini terjadi karena penuaan. Banyak lansia yang menjalani hidup mereka tanpa mengalami hal ini. Selain itu, penuaan yang normal berkaitan dengan melemahnya otot dan tulang, pengerasan arteri dan pembuluh darah dan beberapa perubahan ingatan seperti:

  • Lupa menaruh barang
  • Lupa nama orang yang baru dikenal
  • Lupa kejadian yang baru saja terjadi
  • Kesulitan menemukan sebuah kata tapi akan mengingatnya tak lama kemudian

Apa bedanya? Pada penuaan normal, kemampuan yang dibangun selama bertahun-tahun hidup, kenangan lama dan kemampuan berbahasa bakalan tetap ada.

4 dari 4 halaman

Penyebab Penyakit Demensia

Penyakit DemensiaPenyakit Demensia © 2021 shutterstock.com/imtmphoto

Dikutip dari Medical News today, penyebab penyakit demensia adalah kematian sel otak dan penyakit neurodegeneratif. Tapi masih nggak diketahui apakah demensia yang menyebabkan kematian sel otak, atau kematian sel otak mengakibatkan demensia.

Namun selain itu, penyakit demensia juga terjadi karena cedera kepala, stroke, atau tumor otak.

Perawatan dan Pengobatan Penyakit Demensia

Sampai saat ini belum ada obat yang bisa menyembuhkan penyakit demesian atau memperlambat proses keparahannya. Tapi sedang ada banyak perawatan baru dalam proses tahap uji klinis.

Tapi jangan khawatir karena ada banyak perawatan yang ditawarkan dengan tujuan:

  • Mengidentifikasi dan mengobati penyakit fisik yang menyertainya
  • Mendeteksi dan mengobati gejala perilaku dan psikologis
  • Memberikan informasi dan dukungan kepada pengasuhnya

Penyakit demensia nggak cuman melelahkan secara fiik, namun emosional dan juga kehilangan finansial yang besar bagi penderita beserta keluarganya. Belum diketahui jelas apa penyebabnya sehingga langkah pencegahan pasti tak bisa ditentukan.

 

Join Diadona.id