WHO Temukan Varian Virus Corona Baru Bernama 'Mu'

Health | Sabtu, 4 September 2021 09:57

Reporter : Mila Ismiranda

WHO masih terus memantau varian baru ini.

Belum lama ini, Badan Kesehatan Dunia (WHO) tengah memantau varian B.1.621 atau disebut sebagai 'Mu'. Varian ini pertama kali diidentifikasi di Kolombia, Amerika Selatan, tetapi kini telah terkonfirmasi di 39 negara.

Langsung aja yuk kenali lebih dalam seputar varian Mu!

WHO Temukan Varian Virus Corona Baru Bernama 'Mu'
2 dari 4 halaman

Dikhawatirkan Bisa Menghindari Kekebalan

Melansir The Guardian, varian Mu ditambahkan ke daftar pantauan WHO sejak Senin (30/8/2021) setelah terdeteksi di 39 negara. WHO menambahkannya ke dalam daftar variants of interest (VOI) karena dikhawatirkan bisa menghindari sebagian kekebalan dari vaksinasi.

Dikatakan bahwa varian Mu punya sekelompok mutasi yang membuatnya kurang rentan terhadap perlindungan kekebalan. Dalam buletin mingguan WHO, varian Mu disebut "punya konstelasi mutasi yang menunjukkan sifat potensial untuk lolos dari kekebalan".

Yang dikhawatirkan dari varian Mu adalah mutasi yang dibawanya, seperti P681H (yang juga ditemukan pada B.1.1.7 atau varian Alpha) dan dikaitkan dengan transmisi yang lebih cepat. Mutasi lainnya adalah E484K dan K417N yang membantu virus menghindari pertahanan kekebalan.

3 dari 4 halaman

Berdampak 0,1 Persen di Dunia

Varian Mu pertama kali diidentifikasi di Kolombia pada Januari 2021. Lama-kelamaan, mulai menyebar ke berbagai negara. Tak hanya di Amerika Selatan, kasus COVID-19 akibat varian Mu dilaporkan di Amerika Serikat, Inggris, beberapa negara Eropa, dan Hong Kong.

Melansir The Guardian, secara global diperkirakan varian Mu menyumbang kurang dari 0,1 persen kasus COVID-19. Tapi varian Mu bertanggung jawab atas 39 persen kasus di Kolombia dan 13 persen kasus di Ekuador.

4 dari 4 halaman

Apakah Semenular Delta?

Melansir Reuters, mutasi virus corona varian Delta masih dominan di seluruh dunia. Per Senin (9/8/2021), 93 persen kasus baru di AS disumbang oleh varian Delta.

Lantas, apakah varian baru 'Mu' ini berpotensi lebih menular?

Dalam buletin WHO, dikatakan bahwa epidemiologi varian Mu di Amerika Selatan akan dipantau perubahannya (bersama dengan varian Delta). Tapi, sejauh ini varian Mu belum menimbulkan kekhawatiran sebanyak Alpha dan Delta, yang diklasifikasikan sebagai varian yang lebih serius dari segi peningkatan transmisi maupun kemampuan menghindari pertahanan kekebalan.

Menurut kalian sendiri bagaimana?

Join Diadona.id