Bukan Tidak Mungkin, Ini 7 Tips Investasi untuk Karyawan dengan Gaji UMR

Moneytalk | Selasa, 14 September 2021 08:40

Reporter : Firstyo M.d.

Walaupun gaji UMR, kita tetap bisa cari pengahsilan tambahan lewat investasi lho!

Dewasa ini, tujuan alokasi keuangan tak cuma berkutat pada pembelanjaan dan menabung. Selain dua hal tersebut, investasi jadi cara memutar uang yang sedang diminati oleh banyak orang. Emas, deposito, reksa dana, dan saham adalah beberapa contoh instrumen investasi yang banyak dipilih.

Meski menjanjikan, namun serasa ada batas kelas tertentu untuk bisa terjun dalam dunia investasi. Seolah-olah, hanya para pengusaha atau pekerja dengan gaji tinggi yang bisa turut mengalokasikan uangnya dalam sejumlah instrumen investasi. Karyawan bergaji UMR? Pikir-pikir lagi deh kalau mau berinvestasi.

Bukan Tidak Mungkin, Ini 7 Tips Investasi untuk Karyawan dengan Gaji UMR
2 dari 11 halaman

Ternyata, pada praktiknya gaji UMR bukanlah halangan untuk kita mulai berinvestasi lho. Pasalnya, investasi tak dilihat dari seberapa besar yang kita alokasikan, tapi seberapa dini kita memulai.

"Sebenarnya gaji UMR dan bukan UMR bukan masalah. Investasi itu earlier you do better," terang Co-Founder Zipmex Indonesia Raymond Sutanto.

Menurutnya, yang penting adalah niat untuk berinvestasi sedini mungkin secara bertanggung jawab. Oleh karena itu, simak tujuh tips yang bisa Anda gunakan untuk berinvestasi dengan modal gaji UMR.

3 dari 11 halaman

1. Tentukan Tujuan

Niat tentu tidak akan terpancang kuat kalau kita tidak punya tujuan. Untuk memperkuat niat dan membuat kita semakin yakin dalam berinvestasi, kita harus menentukan tujuan terlebih dahulu. Tujuannya bisa apa saja, tergantung apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu tertentu.

Misalnya, kita berencana membeli rumah dalam kurun waktu 5 tahun mendatang, membeli motor tahun depan, atau bahkan pensiun dini. Apa pun alasannya tidak masalah, yang penting tujuan tersebut masuk akal dan tidak di luar nalar serta berkaitan dengan finansial. Tetapkan pula jangka waktu yang kita inginkan, sehingga tujuan kita lebih mudah untuk diukur.

4 dari 11 halaman

2. Buat Perencanaan

Ilustrasi investasiIlustrasi investasi © Unsplash.com/Scott Graham

Setelah tahu apa tujuannya dan berapa lama waktu yang kita butuhkan, kini saatnya membuat perencanaan. Hitung dengan baik berapa take-home pay kita, di luar dari upah lembur. Lalu, alokasikan dana tersebut sesuai dengan persentase yang sudah kita tentukan.

Setiap orang punya caranya masing-masing tergantung kebutuhannya. Oleh sebab itu, kebutuhan hidup boleh saja memiliki porsi terbesar. Namun, sisanya harus ada yang dialokasikan untuk investasi atau menabung.

5 dari 11 halaman

3. Siapkan, Bukan Disisihkan

Agar investasi kita dapat berjalan lancar, kita harus menyiapkan alokasi dana khusus untuk investasi. Jangan menunggu hingga gaji bulanan kita tersisa baru berinvestasi. Selain biasanya tidak benar-benar berhasil, kita justru jadi menunda apa yang sebenarnya bisa dilakukan lebih cepat.

Kita juga harus membiasakan diri untuk disiplin. Jangan mengurangi besaran tabungan atau investasi yang semestinya kita siapkan. Tetapi, kita boleh berinvestasi dengan nominal yang lebih besar, hanya apabila memang kita tengah memiliki uang lebih. Jangan sampai investasi kita justru mengganggu cash flow kita.

"Kita bisa siapkan uang sesedikit apa pun atau nama lainnya adalah strategi DCA (Dolar Cost Average) lalu beli aset kripto. Misalnya Bitcoin, itu kan, sudah King of Crypto, beli sedikit-sedikit dengan strategi DCA. Nanti tanpa kita sadari, setelah 2-3 bulan, kita akan merasa harganya sudah lebih tinggi," tutur pria yang akrab disapa Ray tersebut.

6 dari 11 halaman

4. Belajar

Ilustrasi investasiIlustrasi investasi © Unsplash.com/ Austin Distel

Investasi tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Apa pun jenis asetnya, kita diharapkan memiliki pengetahuan mengenai aset tersebut, baik secara fundamental maupun analisis. Hal ini dibutuhkan agar kita bisa menentukan strategi investasi yang tepat sesuai dengan tujuan kita.

Selain itu, dengan memiliki wawasan atau edukasi yang mumpuni, kita juga jadi lebih matang ketika berinvestasi. kita bukan hanya mengerti keuntungan yang akan diterima, tetapi juga risiko yang ada. Investasi jadi dapat dilakukan secara bertanggung jawab. Yang tak kalah penting, kita jadi tidak mudah tertipu oleh scam yang mengatasnamakan investasi.

7 dari 11 halaman

5. Cari Penghasilan Tambahan

Menetapkan tujuan, sudah. Memilih strategi dan model investasi yang sesuai, sudah. Belajar soal investasi dan jenis-jenis instrumennya juga sudah. Nah, kini saatnya kamu mengkitalkan gaji sebagai modal berinvestasi.

Kalau menurut kita gaji saja tidak cukup, kita bisa melakukan pekerjaan tambahan untuk memperoleh penghasilan lebih. Misalnya dengan membuka jasa terjemahan, jasa les, menjadi freelance, atau berjualan online. Dengan cara ini, modal investasi kita juga jadi semakin besar, imbal hasilnya juga bisa jadi semakin menarik.

8 dari 11 halaman

6. Hemat, Hemat, Hemat

Ilustrasi celenganIlustrasi celengan © Unsplash.com/Annie Spratt

Menahan godaan untuk tidak belanja tentu sulit. Tetapi, kalau kita ingin berinvestasi dengan nyaman dan aman, kita harus mau dan mampu berhemat. Kencangkan ikat pinggang kita dan jangan sampai goyah.

kita bisa membiasakan diri dengan membawa botol minum dan bekal pribadi ketika bepergian. kita juga harus mengurangi kebiasaan untuk jajan atau membeli barang-barang yang kurang diperlukan.

9 dari 11 halaman

7. Pilih Investasi yang Paling Sesuai

Terakhir dan yang tak kalah penting, kita harus memilih instrumen investasi yang paling sesuai. kita bisa memulai investasi dalam bentuk konvensional seperti tabungan, membeli reksa dana atau obligasi, membeli saham, atau yang saat ini tengah populer adalah kripto. Sebabnya, kripto merupakan salah satu instrumen yang memiliki imbal hasil investasi yang cukup baik dan dapat diakses dengan mudah. Namun semuanya tetap harus dikembalikan pada kecocokan dengan kondisi masing-masing.

10 dari 11 halaman

Itu tadi adalah 7 tips berinvestasi untuk karyawan bergaji UMR. Ternyata, besaran gaji tidak terlalu berpengaruh pada mungkin tidaknya seseorang berinvestasi, meski tetap harus menerapkan sejumlah strategi agar kondisi keuangan tetap seimbang.

Gimana pasukan gaji UMR, makin tertarik untuk mulai investasi?

Join Diadona.id