Ini Bahaya Naik Motor saat Hamil Trimester Pertama, Hati-hati ya Moms!

Pregnancy | Rabu, 1 September 2021 08:57

Reporter : Mila Ismiranda

Simak dulu yuk, Moms.

Bepergian menggunakan sepeda motor memang lebih efisien untuk sampai ke tempat tujuan dibandingkan dengan mobil. Tak jarang ibu hamil kerap mengendarainya untuk mengurus kepentingan pribadi maupun menyelesaikan pekerjaan.

Tapi, apakah aman kalau ibu hamil naik motor?

Ini Bahaya Naik Motor saat Hamil Trimester Pertama, Hati-hati ya Moms!
2 dari 6 halaman

Boleh, asal...

Pada dasarnya, boleh-boleh saja ibu hamil naik motor, asalkan Moms dan janin dalam kondisi sehat dan tidak memiliki masalah apa pun.

Sampai saat ini, belum ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa naik motor saat hamil bisa mengancam keselamatan bayi dalam kandungan.

Akan tetapi, para dokter ahli menyarankan agar Moms melakukannya setelah memasuki trimester kedua kehamilan(14-28 minggu). Pada usia kehamilan tersebut, morning sickness sudah mulai mereda sehingga Moms merasa lebih nyaman dan berenergi dalam beraktivitas.

3 dari 6 halaman

Kapan Naik Motor yang Tidak Dianjurkan?

Meski ibu hamil naik motor tergolong aman dilakukan, Moms tetap perlu hati-hati dalam berkendara. Moms tidak dianjurkan bepergian naik motor saat hamil apabila mengalami kondisi seperti di bawah ini:

  • Muntah atau diare parah.
  • Pernah mengalami perdarahan saat masa kehamilan.
  • Tanda dan gejala preeklampsia (sakit kepala tak kunjung hilang, perubahan penglihatan, pembengkakan di wajah atau tangan).
  • Nyeri perut atau kontraksi panggul
  • Penggumpalan pembuluh darah vena
4 dari 6 halaman

Naik motor saat hamil mungkin juga tidak dianjurkan apabila usia kehamilan Moms sudah memasuki trimester ketiga kehamilan. Pasalnya, naik motor saat hamil tua membuat Moms jadi merasa kesulitan, baik saat menjadi penumpang atau mengendarai sepeda motor sendiri, dalam menyeimbangkan tubuh.

Solusinya, Moms disarankan untuk menggunakan moda transportasi lain yang lebih aman dan nyaman, seperti mobil pribadi, taksi, kereta, atau bus.

5 dari 6 halaman

Bahaya Ibu Hamil Naik Motor

Salah satu risiko bahaya naik motor yang mengintai adalah kecelakaan lalu lintas. Walaupun kecelakaan lalu lintas juga bisa terjadi pada moda transportasi apapun, risiko pengendara atau penumpang sepeda motor untuk mengalaminya cenderung lebih tinggi.

Pengendara atau penumpang sepeda motor lebih rentan terhadap tabrakan, terjatuh, atau tergelincir.

Selain itu, naik motor saat hamil kalau melewati jalanan rusak atau berbatu, bisa berisiko karena menimbulkan guncangan yang bisa saja berdampak buruk bagi kehamilan.

6 dari 6 halaman

Tips Aman Naik Motor saat Hamil

Ada beberapa tips aman naik motor saat hamil yang bisa Moms lakukan:

  • Pakai helm dengan benar dan memiliki logo SNI.
  • Kenakan jaket untuk melindungi tubuh dari paparan angin. Pakai pakaian yang nyaman. Moms juga disarankan memakai masker, sarung tangan, kaos kaki, dan sepatu.
  • Posisi duduk ibu hamil saat naik motor harus nyaman dan aman. Bila jadi penumpang, hindari posisi duduk menyamping.
  • Jika memungkinkan, hindari jalanan rusak atau berbatu.
  • Hindari berkendara terlalu lama. Bila memungkinkan, hindari mengendarai motor selama jam-jam sibuk dan pada malam hari.
  • Apabila memungkinkan, hindari berkendara saat panas sedang terik-teriknya. Sebab, Moms jadi mudah dehidrasi.
  • Hindari berkendara saat hujan atau saat jalanan licin untuk mengurangi risiko tergelincir atau terjatuh.
  • Jangan berkendara ketika tubuh terasa tidak nyaman atau merasa tidak sehat.
  • Minta bantuan orang lain ketika ingin menyalakan motor atau kick-starter.

Semoga artikel ini bisa bermanfaat ya!

Join Diadona.id