Nggak Cuma Ibu, Ternyata Kesehatan Calon Papa Berpengaruh Pada Kondisi Bayi

Pregnancy | Rabu, 1 Juli 2020 10:11
Nggak Cuma Ibu, Ternyata Kesehatan Calon Papa Berpengaruh Pada Kondisi Bayi

Reporter : Prisma Difta

Wah, emang benar ya?

jurnal The Lancet menjelaskan secara detail bagaimana kesehatan kedua pasangan baik dari pihak perempuan dan laki-laki dapat memengaruhi peluang hamil. Bahkan sebelum kehamilan terjadi, dapat memiliki dampak besar pada kesehatan anak-anak mereka nanti, seperti berat lahir dan perkembangan otaknya.

" Ini adalah penemuan yang sangat penting, karena kembali mengingatkan kita akan pentingnya perawatan pra-konsepsi untuk meningkatkan kondisi kelahiran dan kesehatan pada anak-anak," ungkap  Milton Kotelchuck, profesor pediatri di Harvard Medical School dan ilmuwan senior di Massachusetts General Hospital, seperti dikutip dari laman CNN.

2 dari 4 halaman

Pengaruh Kondisi Kesehatan Calon Orangtua terhadap Bayi yang Dilahirkan

Dalam makalah yang juga mengulas studi sebelumnya ini, mencatat bahwa risiko kesehatan mama dan anak dikaitkan dengan masalah kekurangan berat badan dan kelebihan berat badan.

Perlu diketahui bahwa seorang laki-laki yang mengalami obesitas memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami penurunan jumlah sperma. Sedangkan pada perempuan, obesitas adalah faktor risiko cacat lahir bawaan. Hal ini juga terkait dengan cacat jantung bawaan.

Obesitas juga meningkatkan risiko pre-eklampsia yang bisa mengakibatkan kematian. Begitu pula dengan mama yang kekurangan berat badan bisa berdampak pada kelahiran bayi dengan berat badan lahir rendah.

Sedangkan, di dalam makalah kedua menunjukkan bahwa diet dan berat badan seorang calon papa juga dapat berdampak pada keturunannya, tetapi masih butuh lebih banyak penelitian untuk mengetahui secara pasti penyebabnya.

 
3 dari 4 halaman

Bukan Hanya Kualitas Sperma yang Dianggap Penting

Untuk merencanakan kehamilan, bukan hanya sekadar kualitas sperma sang calon papa yang perlu diperhatikan. Gen calon papa juga sangat penting dalam perkembangan plasenta.

Hal tersebutlah yang ditemukan melalui penelitian yang diterbitkan dalam Prosiding National Academy of Sciences pada 2013 lalu.

Jadi selama periode pra-konsepsi dan kehamilan, kesehatan kedua orangtua dapat memengaruhi keturunan, dan bagaimana pengaruh tersebut dapat berisiko jangka panjang untuk bayi, seperti  masalah kardiovaskular, metabolisme, kekebalan tubuh, dan neurologis

Para peneliti menyimpulkan, ada bukti yang cukup bahwa periode pra-konsepsi adalah kunci di mana buruknya kondisi fisik calon mama dan papa, komposisi tubuh, metabolisme, dan pola makan dapat menyebabkan peningkatan risiko penyakit kronis pada keturunannya.

4 dari 4 halaman

Kedua Calon Orangtua Harus Perbaiki Gaya Hidup

Dalam makalah ketiga, berisi tentang strategi perawatan pra-konsepsi dalam rangka meningkatkan kesehatan pra-konsepsi calon orang tua.

Peneliti mengungkapkan bahwa sebelum kehamilan terjadi, semua orang harus mendapatkan pemeriksaan pra-konsepsi dan diajarkan tentang apa yang dapat mereka lakukan untuk meningkatkan kualitas kesehatan keturunan di masa mendatang.

Banyak cara yang perlu dilakukan, seperti memperbaiki pola makan yang kaya akan gizi atau menyediakan makanan ringan yang kaya mikronutrien untuk perempuan sebelum pembuahan dan selama kehamilan, serta menghentikan perilaku tidak sehat, seperti mengurangi konsumsi alkohol dan merokok. Perubahan gaya hidup ini juga tidak

Terkait
Join Diadona.id