Ngidam Durian, Aman Gak ya Dimakan Waktu Hamil?

Pregnancy | Jumat, 19 Juni 2020 08:37
Ngidam Durian, Aman Gak ya Dimakan Waktu Hamil?

Reporter : Audila Rima Ndani

Pengen banget tapi boleh nggak sih?

Kehamilan menyebabkan banyak hal bisa berubah dalam diri kita. Mulai dari suasana hati hingga bentuk tubuh kita nggak akan sama lagi seperti saat sebelum hamil. Hal ini karena hormon kita yang naik turun tanpa bisa kita cegah.

Salah satu kondisi yang sering terjadi pada ibu hamil adalah mengidam. Mengidam merupakan keinginan untuk melakukan hal tertentu yang kadang bisa sangat aneh. Tapi kebanyakan wanita hamil biasanya mengidam untuk makan jenis makanan tertentu seperti durian.

Bagi kamu penggemar durian, pasti sudah nggak meragukan lagi kelezatan dari buah ini. Tapi mengingat selama hamil kita nggak hanya makan untuk diri sendiri, kita pasti akan bertanya-tanya, kira-kira aman nggak ya makan durian saat hamil?

2 dari 4 halaman

 ilustrasi ibu hamililustrasi ibu hamil © kaylaitsines.com

Dilansir dari Young Parents, durian punya julukan 'King of Fruit' yang sangat bergizi. Tapi menurut Dokter Goh Shen Li, konsultan dokter kandungan dan ginekolog di SL Goh Women's Clinic, nggak ada bukti secara ilmiah yang mengatakan bahwa durian adalah makanan yang sangat bagus untuk kehamilan.

Dokter Goh mengatakan, jika ibu hamil menyukainya, mereka boleh memakannya. Tapi perlu diingat bahwa ibu hamil harus mengimbangi hal itu dengan olahraga yang cukup.

Hal itu karena durian mengandung banyak gula dan karbohidrat. Lima biji durian berukuran sedang mengandung sekitar 160 kalori. Ukuran itu lebih dari sekaleng soda berukuran 330 ml yang hanya punya 140 kalori.

Makanya ibu hamil yang punya diabetes gestasional harus benar-benar menjauh dari buah ini!

3 dari 4 halaman

 Ilustrasi Ibu HamilIlustrasi Ibu Hamil © the bump

Dokter Goh juga mengungkapkan bahwa sebenarnya durian bisa membantu menambah berat badan bayi dalam kandungan. Tapi karena punya kalori yang cukup tinggi, hal itu baru bisa terjadi jika bayi berukuran kecil karena kenaikan berat badan ibu yang buruk dan bukan karena masalah plasenta atau tali pusat.

Akan lebih baik jika kita berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter tentang kalori yang dibutuhkan tubuh selama kehamilan. Selain meningkatkan asupan karbohidrat, penting juga untuk menambahkan makanan kaya protein seperti telur dan daging.

4 dari 4 halaman

 Ilustrasi Ibu HamilIlustrasi Ibu Hamil © freepik.com/tirachardz

Sementara itu, Dokter Tan Wei Ching, konsultan senior di Departemen Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Umum Singapura, mengingatkan bahwa kenaikan berat badan yang disarankan selama kehamilan adalah 12 kg hingga 16 kg. Sebagian besar wanita mengalami peningkatan berat badan di trimester dua kehamilan.

Semoga informasi ini bisa menjawab rasa penasaran kamu ya!

Join Diadona.id