5 Tanda Kamu Jatuh Cinta pada Orang yang Salah, Yakin Mau Bertahan?

Relationship | Jumat, 4 Juni 2021 16:15

Reporter : Olivia Lidya Elsanty

Coba cek lagi hubungan kalian, sehat atau justru membahayakan?

Katanya, jatuh cinta itu berjuta rasanya. Namun hampir kebanyakan orang mengasosiasikan jatuh cinta sebagai sesuatu yang menyenangkan.

Apalagi di awal-awal hubungan, rasanya banyak hal manis dan romantis yang menyelimuti. Sampai-sampai ada banyak hal negatif yang justru tertutupi akibat euforia rasa cinta.

Jatuh cinta pada orang yang tepat itu akan selalu menyenangkan. Tapi gimana jadinya jika jatuh cinta pada orang yang salah?

Melansir dari Psych2Go, berikut adalah tanda-tanda jika kamu mencintai orang yang salah dan berada dalam hubungan yang tidak sehat. Check this out!

5 Tanda Kamu Jatuh Cinta pada Orang yang Salah, Yakin Mau Bertahan?
2 dari 7 halaman

1. Terlalu sering menahan diri

Ilustrasi Menahan DiriIlustrasi Menahan Diri © shutterstock.com/id/g/luckybusiness

Tanda pertama yang menunjukkan jika kamu mencintai orang yang salah yakni manakala kamu terlalu sering menahan diri. Ellen Bolin, seorang relationship coach profesional, menyatakan bahwa kamu cenderung menahan diri agar tidak mengecewakan pasangan.

Tanpa disadari, kamu akan selalu berhati-hati saat berinteraksi dengannya. Kamu terlalu memikirkan bahkan mengkhawatirkan setiap reaksinya atas perkataan dan perbuatanmu di depannya.

Bisa dibilang, kamu kehilangan kebebasan untuk berekspresi. Kamu tidak menjadi diri sendiri dan tidak bisa bersikap apa adanya.

3 dari 7 halaman

2. Lelah secara emosional

Ilustrasi Perempuan LelahIlustrasi Perempuan Lelah © shutterstock.com/id/g/leszekglasner

Samantha Daniels, seorang dating coach mengungkapkan bahwa hubungan yang baik harusnya memberi energi lebih, bukan malah mengurasnya. Perasaan yang lelah dan stres bertubi-tubi saat bersama pasangan mengindikasikan bahwa kamu berada dalam hubungan yang tidak sehat.

Jika rasa lelah ini hanya dialami oleh salah satu pihak, sudah jelas menjadi penanda bahwa pihak tersebut jatuh cinta pada orang yang salah. Hal ini bisa jadi sulit dideteksi karena bisa jadi kelelahan itu bersumber dari hal lain.

Yang perlu kamu lakukan yakni dengan mengenal diri sendiri dengan baik dan cobalah untuk lebih peka dengan keadaan yang ada di sekitarmu.

4 dari 7 halaman

3. Merasa tidak aman

Ilustrasi Merasa Tidak AmanIlustrasi Merasa Tidak Aman © shutterstock.com/id/g/fizkes

Pernah nggak sih pasanganmu merendahkan atau bahkan melecehkan kamu lewat perkataan atau perbuatannya? Jika pernah, hubungan kalian sudah termasuk dalam toxic relationship.

Berada dalam hubungan yang tidak sehat semacam ini sebenarnya mengancam keselamatanmu secara fisik dan emosional. Yang perlu dilakukan tentu saja segera pergi alias mengakhiri hubungan.

Sayangnya, kebanyakan orang yang terjebak toxic relationship justru nggak mudah melepaskan pasangannya. Menurut psikolog Craig Malkin, orang-orang tersebut masih terpaku dengan perlakuan manis dan romantis yang diberikan pasangannya. Jika dipikir-pikir, apa gunanya romantisisme jika masih ada perasaan takut di dalamnya?

5 dari 7 halaman

4. Menghindari pertemuan dengan orang terdekat

Ilustrasi Perempuan KecewaIlustrasi Perempuan Kecewa © shutterstock.com/id/g/Yevhen Hotych

Sudahkah kamu bertemu dengan orang terdekat pasanganmu, begitu juga sebaliknya? Jika belum, bisa jadi masih ada perasaan meragu akan kemungkinan kalian menyatu.

Apalagi jika dia hanya memikirkan soal pacaran dan hubungan kalian berdua, hal ini bisa mengindikasikan jika dia belum merencanakan hubungan yang lebih serius. Jika dia serius menjalani hubungan dan ingin mengenalmu lebih jauh, tentu dia akan senang bisa berkenalan dengan orang-orang dekatmu.

Kalau hal ini terjadi di masa-masa awal pacaran, memang masih wajar. Namun jika terus terjadi padahal kalian sudah pacaran lama, apa masih bisa dimaklumi?

6 dari 7 halaman

5. Tidak pernah memikirkan masa depan

Ilustrasi Pasangan CuekIlustrasi Pasangan Cuek © shutterstock.com/id/g/cookiestudio

Hubungan percintaan yang dijalani, kebanyakan ingin dibawa ke jenjang yang lebih serius dengan komitmen yang lebih jelas. Tentunya, hal ini sering didiskusikan bersama pasangan jika sudah sama-sama yakin dan siap.

Namun, pernah nggak sih si dia justru enggan membahas rencana masa depan bersama kamu? Atau mungkin dia justru merencanakan masa depannya sendiri, tanpa 'menaruh' kamu di dalamnya?

Jika hal ini kamu alami, yang perlu kamu lakukan tentunya introspeksi. Renungkan kembali hubungan kalian, apakah cinta itu bertahan lama atau justru hanya sementara? Pikirkan baik-baik, layakkah hubungan tersebut dipertahankan atau lebih baik diakhiri?

Join Diadona.id