Balikan Sama Mantan yang Punya Sosok Idaman Lain di Masa Putus, Perlu kah Aku Insecure?

Relationship | Senin, 26 Juli 2021 20:48

Reporter : Firstyo M.d.

Seorang Diazens baru balikan sama mantan yang pernah menjalin hubungan cukup lama. Senang, tapi ada perasaan yang sedikit mengganjal. Apa itu? Simak yuk curhatan berikut ini.

Halo Dokter Dona. Perkenalkan, nama saya Nadia (nama samaran). Izinkan saya curhat ya, Dok.

Saya adalah perempuan berusia 20 tahun asal Kota Pekanbaru. Kehidupan asmara saya lumayan berwarna, nggak kosong-kosong banget lah. Saya sempat memiliki pacar yang bertahan cukup lama, yakni selama lima tahun. Walau begitu, belum lama ini kami sempat putus, meski akhirnya kami balikan lagi sih.

Setelah balikan, saya baru tahu kalau di masa-masa putus kemarin dia sempat suka dengan cewek lain. Otomatis saya merasa down, Dok. Saya merasa minder dan insecure, kenapa cewek yang baru dikenal dan baru dijumpai bisa membuatnya suka?

Saya juga merasa bingung, kenapa dia balikan dengan saya kalau suka dengan orang lain? Memang sih, setelah dia balikan dengan saya, dia sudah nggak menghubungi cewek itu lagi, Dok. Namun rasa kebingungan itu tetap menghantui saya.

Sekian curhatan dari saya, semoga Dokter Dona bisa memberi insight yang berarti. Terima kasih, Dok!

Balikan Sama Mantan yang Punya Sosok Idaman Lain di Masa Putus, Perlu kah Aku Insecure?
2 dari 7 halaman

Tanggapan Dokter Dona

Hai Nadia, salam kenal dari Dokter Dona.

Menjawab paragraf pembukamu, Dokter Dona izinkan kamu curhat. Lha wong curhatannya juga sudah masuk, masa mau saya larang-larang. Lagipula saya juga butuh konten nih. Hehe.

Dokter Dona paham gimana insecure-nya kamu waktu tahu fakta kalau pacarmu sempat suka sama cewek lain di masa-masa putus. Yang jadi pertanyaan, dari mana Nadia mengetahui fakta ini? Apakah dari penyelidikanmu sendiri atau lewat hasil pengakuan terbuka dari pacarmu?

3 dari 7 halaman

Ilustrasi pasangan bayanganIlustrasi pasangan bayangan © Shutterstock

Kalau informasi itu didapat dari hasil investigasi sendiri, wah, Dokter Dona salut sih. Emang bener kalau perempuan yang curiga tuh bisa bikin Sherlock Holmes minder dengan kemampuan deduksinya. Pekerjaan rumah untuk kamu adalah gimana caranya pelan-pelan menggiring agar pacarmu nyaman untuk menceritakan tentang hal tersebut. Jangan langsung ditembak dengan pertanyaan "KAMU KEMARIN SUKA CEWEK LAIN YA? AYO NGAKU, AKU TAHU SEMUANYA!". Kalau kayak gitu, bisa-bisa dia malah kabur.

Kamu bisa mengawali pembicaraan dengan menceritakan bagaimana kehidupanmu di masa-masa putus kemarin, termasuk kalau ada sosok lain yang kamu taksir. Harapannya, dari situ pacarmu jadi merasa nyaman untuk menceritakan tentang pengalamannya. Baru deh setelah itu kamu coba senggol-senggol tipis tentang cem-ceman si pacar di masa break.

Lain cerita kalau informasi tersebut kamu dapat lewat penjelasan langsung dari si pacar. Menurut Dokter Dona, hal itu sebenarnya jadi keuntungan buat kamu, karena artinya pacarmu terbuka dengan perasaannya. Ingat, keterbukaan itu jadi kunci utama dalam suksesnya suatu hubungan lho!

4 dari 7 halaman

Ilustrasi patah hatiIlustrasi patah hati © iStockPhoto

Masalah insekuritas ini memang jadi problem banyak insan. Dokter Dona sempat menemui pencurhat (duh, apa ya sebutan yang enak untuk para penulis curhatan Dokter Dona? Bantu ide dong guys) yang punya masalah serupa di kasus berbeda. Namun, saran dari Dokter Dona tetap sama. Rasa insecure biasanya muncul berdasarkan asumsi yang kita anggap nyata, padahal kita belum pernah melakukan verifikasi atas kebenarannya.

Wajar kalau Nadia insecure, tapi perasaan itu bisa dilawan kok. Caranya, kamu bisa mencari kebenaran atas asumsi-asumsi di kepalamu. Coba sampaikan langsung semua hal yang bikin perasaan insecure-mu muncul pada sang pacar. Pertanyaan tentang "kenapa cewek yang baru dikenal dan baru jumpa bisa membuatnya suka?" juga lebih tepat kalau kamu sampaikan langsung ke dia.

Yah, pertanyaan itu sebenarnya bisa jadi pisau bermata dua sih. Kamu bisa jadi lebih lega setelah tahu jawaban dari pacarmu, namun di sisi lain ada kemungkinan pula kamu malah jadi lebih insecure karena merasa nggak sesempurna si cewek yang sempet ditaksirnya.

5 dari 7 halaman

Well, kalau skenarionya demikian, Dokter Dona sarankan Nadia untuk melihat dari sudut pandang yang lebih luas berdasarkan situasi terkini. Pacarmu memang sempat suka sama perempuan lain, tapi sekarang dia sudah milih buat kembali ke kamu kan? Terlebih berdasarkan pernyataanmu, kamu tahu sendiri kalau pacarmu sudah nggak berhubungan lagi sama perempuan yang sempat ditaksirnya itu.

Ibarat tayangan televisi, pacarmu adalah seorang pemirsa dan perempuan yang sempat disukainya di masa-masa kalian putus itu adalah sebuah iklan. Iklan yang menarik ditonton memang banyak, tapi kalau kebanyakan ya eneg juga. Lagipula, semenarik-menariknya iklan, apa sih yang paling ditunggu sama pemirsa?

Yak betul, kuis berhadiah.

Ilustrasi pasanganIlustrasi pasangan © Shutterstock

Bukan dong. Semenarik-menariknya iklan, yang paling ditunggu dan diminati oleh pemirsa ya tetap acara televisinya. Kamu sudah dipilih sebagai acara televisi favorit oleh pemirsa setiamu alias pacarmu sendiri. Walaupun sempat terkesima oleh iklan, toh pada akhirnya hal itu cuma selewat dan dia kembali lagi ke kamu.

Jadi, ketimbang minder dan insecure karena membandingkan diri dengan perempuan yang cuma jadi iklan selewat, ada baiknya kamu lebih fokus untuk menciptakan episode-episode terbaik di masa kebersamaan kalian.

6 dari 7 halaman

Sepertinya sekian insight yang bisa Dokter Dona berikan untuk Nadia. Mohon maaf kalau ada kalimat yang kurang berkenan di hati. Percayalah, tiada maksud Dokter Dona untuk menyakiti.

Semoga jawaban ini bisa membantu kamu agar lebih lega menjalani kehidupan ya, Nadia!

7 dari 7 halaman

Jika kalian memiliki masalah asmara, percintaan, keluarga, dan lain sebagainya silakan kirimkan email ke redaksi@diadona.id. Dokter Dona akan membantu kamu memberikan jawaban dan mungkin bisa menjadi solusi untuk masalah kamu. Rahasia terjamin!

Langsung aja isi form konsultasi di link berikut ini https://bit.ly/dokterdona.

Kami tunggu konsultasi dari kamu, ya!

Join Diadona.id