Suku Mosuo, Kerajaan Wanita di Mana Derajat Pria Lebih Rendah Daripada Perempuan

Travel | Selasa, 27 Oktober 2020 18:20
Suku Mosuo, Kerajaan Wanita di Mana Derajat Pria Lebih Rendah Daripada Perempuan

Reporter : Bagus Prakoso

Wanita lebih berkuasa dalam menata suatu tatanan.

Di Indonesia, kita memang jarang melihat adanya pola matriarki atau dominasi wanita dalam memimpin suatu daerah. Namun, ternyata pola matriarki ini masih diterapkan di beberapa daerah di dunia. Salah satunya adalah suku yang ada di China ini.

Namanya adalah suku Mosuo. Tempat ini bahkan diberi julukan sebagai kerajaan Wanita. Pasalnya, suku ini benar-benar menerapkan dominasi wanita sebagai seorang pemimpin. Seperti apa suku unik ini?

2 dari 3 halaman

Suku Mosuo

 Suku MosuoSuku Mosuo © wikimedia.org/Zoharby

Suku Mosuo berada di kaki gunung Himalaya di daerah lembah Yunnan, barat daya China. Melansir dari berbagai sumber, Suku yang berada di tepi Danau Luga itu merupakan sebuah komunitas suku kuno dari umat Buddha Tibet. Mereka sejatinya hidup dengan persamaan gender. Para wanita mempunyai kesempatan untuk memilih apapun seperti pasangan, pekerjaan, pilihan hidup dan lain sebagainya.

Wanita dalam suku ini bahkan bisa memiliki dan mewarisi properti, bertani, mengurus rumah tangga, memasak, sampai mengasuh anak. Tidak hanya itu, wanita suku ini juga bisa melakukan pekerjaan pria seperti membangun dan memperbaiki rumah, membajak, dan juga menjadi yang membuat keputusan dalam keluarga.

3 dari 3 halaman

Tidak menikah

 Suku MosuoSuku Mosuo © psmag.com

Uniknya, Suku Mosuo ini ternyata tidak menjalani pernikahan seperti masyarakat pada umumnya. Perempuan di suku Mosuo bahkan bisa memiliki kamar tidurnya sendiri jika sudah dewasa secara seksual. Bahkan mereka juga diperbolehkan untuk mengundang pria yang disenangi untuk tidur dengan mereka. Kegiatan ini biasa mereka sebut Axia.

Axia adalah salah satu cara mendapatkan keturunan bagi wanita Suku Mosuo tanpa harus adanya ikatan pernikahan.

Para pria di suku ini tidak memiliki tanggung jawab sebagai ayah untuk menafkahi atau tinggal bersama anak-anaknya. Jadi, sangat umum di sini jika masyarakat suku Mosuo tak mengenal siapa ayah mereka.

Kemajuan teknologi dan informasi membuat para pria muda memilih pergi dari daerahnya dan menikah dengan orang dari suku lain.

Para peneliti dan arekolog berpendapat jika Mosuo merupakan peninggalan sejarah yang berasal dari pernikahan zaman dahulu kala.

Join Diadona.id